Saturday, June 11, 2016
Tuesday, June 7, 2016
Perbedaan Sholih dan Mushlih
الفرق بين الصالح والمصلح
Perbedaan antara;
"SHOLIH" (orang yg baik)
dan
"MUSHLIH" (orang yg memperbaiki).
~~~~~~~~~~~~~~~
الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.
Orang yg "Sholih" kebaikannya hanya untuk dirinya. Sedang "Mushlih" kebaikannya untuk dirinya dan orang lain.
الصالح تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس.
Orang yg "Sholih" dicintai banyak orang. Sedang yg "Mushlih" sering dibenci banyak orang.
لماذا !!!؟؟؟؟
Mengapa Demikian ?!!!!
الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح.
Rasulullah saw., sebelum diutus sebagai Nabi dan Rasul, dicintai oleh kaumnya. Karena beliau adalah seorang yg "Sholih".
ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.
Akan
tetapi, saat Allah swt. mengutusnya sebagai seorang Rasul yg harus
bersikap "Mushlih" (memperbaiki), kaumnya memusuhinya, bahkan menuduhnya
sebagai tukang sihir yg pendusta dan gila
Mengapa demikian ?!!!
لأن المصلح يصطدم بصخرة أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم.
Karena seorang "Mushlih" harus menabrak kerasnya hawa nafsu orang2 yg ingin diperbaikinya dari kerusakan mereka
ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.
Itulah
mengapa, Lukman menasehati putranya agar bersabar, saat ia memintanya
untuk memulai dakwah dlm memperbaiki kaumnya, karena pasti ia akan
mendapatkan permusuhan
( يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك )
Lukman
berkata, "Wahai putraku, dirikanlah shalat, ajaklah orang pd kebaikan
dan cegahlah dari kemungkaran, lalu bersabarlah atas apa yg akan
menimpamu
قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين ،
Para Auliya' dan Ulama berkata, seorang yg "Mushlih" lebih dicintai Allah swt. dari ribuan orang yg "Sholih"
لأن المصلح يحمي الله به أمة، والصالح يكتفي بحماية نفسه.
Karena
seorang yg "Mushlih" Allah jadikan dia sebagai penjaga umat dari
kerusakan. Sedang seorang yg "Sholih", hanya menjaga dirinya sendiri
dari kerusakan.
فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :
Itulah yg diingatkan Allah swt. dalam Al-Qur'an;
( وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ).
Dan
tidaklah Tuhanmu akan mengahancurkan suatu bangsa karena kezhaliman,
sedang penduduknya adalah orang2 yg "Mushlihun" (Orang2 yg memperbaiki)
ولم يقل صالحون ...
Tidak dikatakan "Sholihun" (orang2 yg baik)
كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.
Maka
jadilah sebagai "Mushlihin" (orang2 yg memperbaiki), dan janganlah
mencukupkan diri sebagai "Sholihin" (orang2 yg baik) saja.
إياك نعبد وإياك نستعين
Nasehat Ibrahim bin Adham: Mengapa Doa Tidak Terkabul
Suatu hari, Ibrahim bin Adham rahimahullah berlalu melewati pasar Bashrah. Manusia pun berkumpul kepadanya seraya berkata,
.[Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilayatul Auliyâ` 8/15-16.
Disebutkan
juga oleh Ibnu Abdil Barr dalam Jâmi Bayân Al-‘Ilm no. 1220,
Asy-Syâthiby dalam Al-I’tishâm 1/149 (Tahqîq Masyhûr Hasan), dan
Al-Absyîhy dalam Al-Mustathraf 2/329.]
“Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya Allah berfirman dalam kitab-Nya, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian’.!!
Sudah sekian lama kami berdoa tapi tidak dikabulkan?”
Beliau menjawab,
يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاءَ،
أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ، وَ
الثَّانِي:
قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِهِ، وَ
الثَّالِثُ:
ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ K وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهَ،
وَ
الرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ،
وَ
الْخَامِسُ: قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا،
وَ
السَّادِسُ: قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا،
وَ
السَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ، وَ
الثَّامِنُ: اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ
عُيُوبَكُمْ، وَ
التَّاسِعُ: أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ
تَشْكُرُوهَا، وَ
الْعَاشِرُ: دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا
بِهِمْ
“Wahai penduduk Bashrah, hati kalian telah mati pada sepuluh perkara,
1. Kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya.
2. Kalian membaca Al-Qur’an, tapi kalian tidak mengamalkannya.
3. Kalian mengaku mencintai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, tapi kalian meninggalkan sunnahnya.
4. Kalian mengaku memusuhi syaithan, tapi kalian mencocokinya.
5. Kalian mengatakan bahwa kami mencintai surga, tapi kalian tidak beramal untuk (memasuki)nya.
6. Kalian mengatakan bahwa kami takut dari neraka, tapi kalian menggadai diri-diri kalian untuk neraka.
7. Kalian mengatakan bahwa kematian adalah benar adanya, tapi kalian tidak bersiap untuknya.
8. Kalian sibuk membicarakan aib-aib saudara-saudara kalian, sedang kalian mencampakkan aib-aib kalian sendiri.
9. Kalian memakan nikmat-nikmat Rabb kalian, tapi kalian tidak menunaikan kesyukuran kepada-Nya.
10. Kalian telah mengubur orang-orang mati kalian, tapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.”
Allah Melarang Menjadikan Non-Muslim Sebagai Pemimpin
Yang mengaku orang Islam mohon dicamkan ini, sebelum azab ALLAH menimpa karena tidak mengindahkan peringatanNya di dalam Al-Qur'an:...
1. ALLAH melarang menjadikan Non-Muslim sbg PEMIMPIN : Ali Imraan : 28, An-Nisaa’ : 144, Al-Maa-idah : 57,
2. ALLAH melarang menjadikan Non-Muslim sebagai PEMIMPIN walau KERABAT sendiri : At-Taubah: 23, Al-Mujaadilah: 22,
3. ALLAH melarang menjadikan Non-Muslim sebagai TEMAN SETIA : Aali Imraan : 118, At-Taubah: 16.
4. ALLAH melarang SALING TOLONG MENOLONG dengan Non-Muslim yang PASTI akan MERUGIKAN Umat Islam : Al-Qasshash : 86, Al-Mumtahanah: 13.
5. ALLAH melarang MENTAATI Non-Muslim untuk MENGUASAI muslim : Ali Imraan : 149 – 150.
6. ALLAH melarang beri PELUANG kepada Non-Muslim sehingga mereka MENGUASAI Muslim : An-Nisaa’ : 141
7. ALLAH memvonis MUNAFIQ kepada muslim yang menjadikan Non-Muslim sebagai pemimpin : An-Nisaa’ : 138 – 139.
8. ALLAH memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan Non-Muslim sebagai pemimpin : Al-Maa-idah: 51.
9. ALLAH memvonis FASIQ kepada muslim yang menjadikan Non-Muslim sebagai pemimpin : Al-Maa-idah: 80 – 81.
10. ALLAH memvonis SESAT kepada muslim yang menjadikan Non-Muslim sebagai pemimpin : Al-Mumtahanah : 1
11. ALLAH mengancam AZAB bagi yang menjadikan Non-Muslim sebagai pemimpin/ teman setia : Al-Mujaadilah : 14 – 15.
12. ALLAH mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi SASARAN FITNAH orang Non-Muslim: Al-Mumtahanah : 5.
Ya ALLAH, Ya Tuhan kami, sungguh telah kami sampaikan perintahMu. Kami memohon ampun serta berlindung kepadaMu.
Silahkan di-share, untuk menyadarkan saudara2 kita yg belum mengetahuinya.
(Kisah Ibroh) Lupa Jasa
Alkisah ada seorang Raja yg memiliki 10 anjing ganas utk menghukum yg bersalah.
Jika sang Raja tdk berkenan maka org yg salah akan dilempar ke kandang agar dicabik oleh anjing² ganas tsb.
Suatu
hari seorg Menteri membuat keputusan salah & murkalah Raja. Maka
diperintahkan agar sang Menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.
Menteri
berkata: "Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi
Paduka tega menghukumku begini. Atas pengabdianku selama ini saya hanya
minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja".
Sang
Raja pun mengabulkannya. Sang Menteri bergegas menuju kandang anjing²
tsb & meminta izin kepada penjaga utk mengurus anjing²nya.
Ketika ditanya utk apa? Maka dijawab: "Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu''. Karena tahu itu Menteri maka diizinkan.
Selama
10 hari itu sang Menteri memelihara, mendekati, memberi makan bahkan
akhirnya bisa memandikan anjing² tsb hingga menjadi sangat jinak
padanya.
Tibalah waktu eksekusi, disaksikan
Raja dimasukkanlah sang Menteri ke kandang anjing, tetapi Raja kaget
saat melihat anjing² itu justru jinak padanya.
Maka dia bertanya apa yg telah dilakukan Menteri pada anjing² tsb?
Jawab Menteri: "Saya telah mengabdi pada anjing² ini selama 10 hari & mereka tdk melupakan jasaku.
Terharulah Raja, meleleh airmatanya lalu dibebaskanlah sang Menteri dari hukuman & dimaafkan.
Hikmah dari cerita di atas adalah:
Agar
kita tdk mudah mengingkari & melupakan kebaikan2 yg kita terima
dari org² terdekat kita, hanya krn kejadian sesaat yg tdk mengenakkan.
Jgn
mudah menghapus kenangan yg telah terukir dan persahabatan yg telah
terjalin bertahun lamanya hanya krn hal² kecil yg kurang kita sukai
darinya saat ini.
متى تسكنين القلب؟
سألتُ السعادة : متى تسكنين القلب؟
قالت: إذا توفرت فيه ثلاث.
1- عدم الحزن على مافات.
2- عدم القلق على ما هو آت.
3- الرضا بما قسم رب السماوات.
في الشدة يُقاس الصبر، وفي النقاش يقاس العقل، وفي المواقف يُقاس البشر.
هنيئاً لمن يحرص أن لا يظلم أحداً، ولا يغتاب أحداً، ولا يجرح أحداً، ولا يرى نفسه فوق أحد، فكلنا راحلون.
اللهم ارزقنا طيب الصحبة، وصفاء النفس، وحسن الخاتمة
Wednesday, July 22, 2015
Mengapa Allah Menciptakan Kita?
Jawabanmu, pasti, untuk beribadah kepada Allah. Tapi, mari
mengkaji dari sudut pandang lain agar orang-orang Islam semakin tersadar dan mereka yang
belum Islam mau berfikir.
Dr. Ali Mansour Kayali menjawab:
Karena Allah menginginkan kamu 'hidup bahagia' dan akan
menganugrahkan kepadamu karunia yang tak terbayangkan di kehidupan selanjutnya.
Setiap amal yang Allah perintahkan kepadamu tidak sebanding
dengan balasan yang bakal kamu terima nanti di akhirat. Perumpamaan yang patut
kamu renungkan. Tentang orang-orang kafir, Allah berfirman: “Jazaa an wifaaqon” (QS An-Naba, 78 : 26) artinya balasan yang setimpal/sebanding, Allah mengadzab orang yang berbuat dosa
sesuai dengan kadar dosanya, dan dengan rahmatNya, Allah tidak membalas lebih
dari dosanya .
Namun tentang surga, Allah menggunakan kata “’athoo an” (QS An-Naba, 78 : 36) dan
bukan “wifaaqon”. Mengapa demikian? Karena bila kata “wifaaqon” digunakan, tak seorangpun
layak masuk surga sebagai balasan yang sebanding untuk amalnya.
Bagaimana menjelaskannya :
Dalam surat Al-Ma’arij (QS 70 : 4), Allah menjelaskan bahwa
malaikat dan ruh naik kepadaNya dalam satu hari kadarnya sama dengan 50.000 tahun
(hitungan manusia). Jadi, sekiranya ada manusia hidup 50.000 tahun, umurnya
bagi Allah 1 hari saja. Atau bila ada yang umurnya 100 tahun, bagi Allah dia
hidup 1,5 detik saja. Bila dikurangi dengan tidur dan masa belum balig, maka
umur yang efektif untuk ibadah (kurang lebih 40 tahun) hanya 0.5 detik saja
atau katakanlah 1 detik. Bila sepanjang umurnya digunakan untuk sujud, maka
bagi Allah, hamba tersebut sujud 1 detik saja.
Apakah sujud yang singkat (1 detik) setimpal dengan surga
sebagai balasannya?
Jadi, bisa disimpulkan, ibadahmu itu ‘simbolis’ saja bagi
Allah, karena Allah tidak butuh dengan ibadah hamba-hambaNya. Buktinya, di surga nanti, Allah tidak menyuruh
para penghuni surga untuk shalat, puasa, sedekah, dll.
Yang Allah inginkan, taatlah kepada-Nya di hidup yang pendek
ini, maka akan Dia berikan ‘athoo an’ (karunia berlipat). Untuk ibadah 'yang
sedikit' itulah tujuan Allah menciptakanmu, yaitu mengeluarkanmu dari neraka 'yang sempit' dan memasukkanmu ke surga 'seluas langit dan bumi'.
Referensi: https://www.youtube.com/watch?v=Z6FLNSrwpno
Subscribe to:
Posts (Atom)